Sabtu, 18 Ogos 2012

NLP: Hilangkan Sifat Marah


Dulu, Ahmad seorang yang pemarah. Dia tidak boleh mengawal sifat marahnya setiap hari. Ayahnya menyedari hal tersebut.

Untuk mengurangi rasa marah, Ayah Ahmad memberi sebungkus paku dan mengatakan kepadanya supaya memaku ke pagar di belakang rumah setiap kali dia marah.


Hari pertama Ahmad memaku 50 paku di pagar belakang rumah. Namun secara berperingkat jumlah itu berkurang. Ahmad menyedari bahwa lebih mudah menahan marah dari memaku di pagar.

Akhrnya dia dapat menahan dan mengendalikan sifat marahnya. Dia pun memberitakukan hal itu kepada Ayahnya.


Ayah Ahmad menyuruh Ahmad mencabut satu paku di pagar setiap hari bila dia tidak marah. Hari-hari berlalu dan tidak terasa paku-paku yang melekat di pagar telah dicabut semuanya. Dia memberitahukan hal ini kepada Ayahnya.


Ayah Ahmad tersenyum dan membawa Ahmad ke pagar. Dia berkata “Errm, kamu telah berhasil dengan baik anakku, tapi lihatlah lubang-lubang di pagar ini. Pagar ini tidak akan menjadi sama seperti sebelumnya. “Ketika kamu mengatakan sesuatu dalam kemarahan. Kata-katamu meninggalkan bekas”.


Ayah Ahmad seterusnya berkata “Seperti lubang ini di hati orang lain. Kamu dapat menusukkan pisau pada seseorang, lalu mencabut pisau itu, tetapi tidak peduli beberapa kali kamu minta maaf, luka itu akan tetap ada dan luka karena kata-kata adalah sama buruknya dengan luka fisikal”


* Elakkan marah kerana kita mungkin menyesal dengan apa yang kita sebutkan semasa dalam keadaan marah.

Sumber: Internet

Tiada ulasan:

Catat Ulasan