Sabtu, 18 Ogos 2012

NLP: Siapa Yang Miskin?


Suatu ketika seseorang yang sangat kaya mengajak anaknya melawat sebuah kampung dengan tujuan untuk menunjukkan kepada anaknya betapa sukar dan susahnya orang miskin. Mereka tinggal beberapa hari di sebuah daerah pertanian yang sangat miskin.

Dalam perjalanan pulang, si ayah bertanya kepada anaknya. "Bagaimana perjalanan kali ini?"

"Wah! sangat luar biasa ayah"

"Kau lihatkan bagaimana kehidupan orang miskin" kata ayahnya.

"Ya" kata anaknya.

"Jadi, pelajaran apa yang dapat kamu ambil?" tanya ayahnya.

Kemudian si anak menjawab. "Saya lihat;

Kita hanya mempunyai seekor kucing, mereka punya empat ekor.

Kita memasang lampu-lampu mahal di taman kita dan mereka memiliki bintang-bintang pada malam hari.

Kita memiliki patio sampai ke halaman depan dan mereka memiliki cakrawala yang besar.

Kita memiliki sebidang tanah untuk tempat tinggal dan mereka memiliki ladang yang melampaui pandangan kita.

Kita punya pelayan untuk melayani kita, mereka melayani sesama mereka.

Kita membeli untuk makanan kita, mereka menanamkannya sendiri.

Kita mempunyai tembok untuk melindungi kekayaan kita dan mereka memiliki sahabat-sahabat untuk saling melindungi.

Mendengar hal ini si Ayah tidak dapat berkata-kata. Kemudian si anak menambah "Terima kasih Ayah kerana telah menunjukkan kepada saya betapa miskinnya kita".

* Kita sering lupa apa yang kita miliki dan selalu memikirkan apa yang kita tidak miliki.

Sumber: Internet

Tiada ulasan:

Catat Ulasan