Sabtu, 18 Ogos 2012

NLP: Perempuan Tua dan Hantu

Pada zaman dahulu kala ada seorang wanita tua yang sangat gembira walaupun hampir tidak memiliki apa-apa, dan dia sudah tua, miskin dan tinggal sendirian.
Di suatu senja, ketika berjalan pulang ke rumahnya, dengan penuh senyuman seperti biasanya, dia terjumpa sebuah baldi hitam yang besar di atas tanah.

"Ya Allah!" katanya, "Baldi ini bagus untuk menyimpan sesuatu! Sayangnya saya tidak memiliki apa-apa! Siapa yang telah meletakkan baldi ini disini?"

Kemudian dia melihat disekeliling berharap pemilik baldi berada tidak jauh dari situ tapi dia tidak melihat siapa pun di sana.

Ketika dia mengangkat penutup baldi dan melihat ke dalam. "Ya Allah!" teriaknya dengan penuh kagum. "Penuh dengan syiling emas. Betapa beruntungnya saya!"


Di dalam baldi tersebut dilihatnya syiling emas yang berkilap. Saat itu dia begitu gembira dan tidak bergerak sama sekali, kemudian akhirnya dia berkata


"Saya merasa sangat kaya sekarang, benar-benar kaya raya!"


Dia mulai berpikir bagaimana hendak membawa harta karun itu ke rumahnya. Baldi berisi emas itu begitu berat untuk dibawa dan dia tidak menemukan cara yang baik selain mengikat baldi itu pada hujung selendang dan menariknya sampai ke rumah.


"Sebentar lagi hari akan gelap," katanya sendiri dan mulai berjalan. "Ah! itu lebih baik karena jiranku tidak akan melihat apa yang aku bawa dan aku boleh bersendirian sepanjang malam memikirkan apa yang akan dilakukan dengan syiling emas ini. Mungkin saya akan membeli rumah yang besar dan berehat sambil menikmati teh seperti seorang Ratu”.


Apabila merasa lelah kerana menarik baldi yang berat itu, dia berhenti sejenak untuk berehat dan melihat hartanya. Tiba-tiba apa yang dilihatnya bukan berisi syiling emas, tapi hanya syiling perak di dalamnya. Dia melihat baldi itu dan menggosok matanya dan melihat kembali.


"Saya fikir baldi tadi berisi emas! Saya mungkin bermimpi. Tapi ini lebih menguntungkan! Perak tidak menyusahkan, ia jarang dicuri. Syiling emas mungkin membawa kematian untuk saya dan dengan sebaldi syiling perak ini...".


Kemudian dia berjalan lagi sambil memikirkan apa yang harus dilakukannya dan merasa seperti orang kaya hingga akhirnya dia keletihan lagi dan berhenti rehat dan melihat kembali apakah hartanya masih ada di situ. Tiba-tiba dia tidak melihat syiling perak melainkan setompok besi.


"Saya menyangka baldi itu berisi syiling perak. Saya pasti bermimpi, tapi ini lebih menguntung, sungguh menyenangkan. Saya dapat menjual dan mendapatkan sedikit wang. Sedikit wang lebih mudah dibawa dan disimpan berbanding dengan syiling emas dan perak. Saya tidak perlu tidur dengan gelisah karena takut dicuri”.


Kemudian dia berjalan lagi sambil memikirkan apa yang harus dilakukannya dengan sedikit wang itu nanti, hingga sekali lagi dia berhenti rehat dan menengok kembali apakah hartanya masih ada di situ. Kali ini dia tidak melihat apa-apa pun selain batu-batu besar dalam baldi itu.


"Saya menyangka baldi ini berisi besi. Saya pasti bermimpi, tapi ini lebih menguntungkan karena saya sudah lama menginginkan batu besar untuk menahan pintu pagar saya supaya sentiasa terbuka".


Dia sangat ingin melihat bagaimana batu itu nanti menahan pintu pagarnya supaya sentiasa terbuka. Akhirnya dia tiba di pondoknya dan membuka pintu pagar. Kini apa yang dilihatnya bukanlah batu besar melainkan serpihan-serpihan batu.


Tiba-tiba dia terkejut diiringi dengan sebuah jeritan. Mahkluk pelik yang mempunyai empat kaki dan dua telinga panjang terbang ke udara sambil memekik dan ketawa seperti kanak-kanak nakal keluar dari baldi tersebut.


Wanita tua itu memandang makhluk itu menghilang dari pandangan, kemudian akhirnya perempuan itu ketawa juga.


Katanya sambil tertawa, "Saya beruntung! Cukup beruntung! Saya gembira melihat hantu jadi-jadian dengan mata kepala saya sendiri dan selamat juga darinya! Ya Allah! saya merasa sangat bahagia!".


Kemudian dia masuk ke pondoknya dan ketawa sepanjang malam membayangkan kejadian tadi dan merasa betapa beruntungnya dia hari itu.


* Untuk bahagia, kita perlu mengubah sudut pandang supaya sentiasa melihat yang positif.

Sumber: Internet

Tiada ulasan:

Catat Ulasan